Senin, 10 Desember 2018

Kebersamaan Semu





          Nino tampak tergesa-gesa sekali. Dengan cepat, ia mengambil beberapa batu di bawah kakinya. "Hah, hah, mereka pasti sedang tidur. Aku harus bergerak cepat!", "*krek, krek, krek*". Retakannya makin besar, semakin besar dan makin besar. "teman-teman, aku akan pulang!", ucap Nino penuh semangat. Finalnya, retakan itu pun terpecah berkeping-keping. "Yeah! ayo Nino kamu pasti bisa!", dia berjalan cukup cepat namun dengan hati-hati. Dia takut dengan serpihan kaca yang terkena kaki dan perutnya. Namun, perjalanan baru 10 menit, tapi dia nampaknya sudah sangat letih, "hah hah hah, aku, udah enggak kuaaattt...". Pikirannya hendak mengajaknya pada tempatnya semula, namun nampaknya sudah sangat terlambat, lehernya terasa tercekik, sesaat kemudian semuanya menjadi gelap...



                             *********************



          "Astaga!, apa yang terjadi?!", Kevin begitu kaget dengan apa yang telah terjadi. "Ibuuu!!!, ada apa ini!!!", teriak Kevin sambil merengek!, sesaat kemudian ibunya pun datang, "Astaga! Ada apa ini! Apa yang terjadi!", ibunya pun terkejut. "Aku tidak tahu bu!, apakah ada pencurian semalam?!", sedetik kemudian ibunya pun terperanjat, "Astaga!!, kita harus periksa semua barang-barang!!", lekas saja ibunya berlari ke arah kamarnya. Kevin pun hanya bisa meratapi keadaan, "hiks, ini kan hadiah kenangan dari mendiang nenekku", Kevin menahan isak tangisnya. Dibawanyalah benda itu, lalu dia memeriksa keadaannya. "Hiks hiks hiks", Kevin tidak kuasa menahan kesedihannya...



                         ***********************



          Setelah beberapa lama, Kevin pun berjalan dan meletakkan benda itu di atas tanah. Tampak tak jauh dari tempatnya berada, ada sebuah kolam. Ketika telah disadari apa yang telah terjadi, dari permukaan kolam tampak terdengar, "ckckck, hufffttt, sudah kubilang jangan bertindak gegabah! Dia itu memang diistimewakan oleh Kevin, makanya tempatnya berbeda dari kita. Lagipula apa salahnya hidup sendiri, toh tempatnya juga jauh lebih baik disana. Kalau aku jadi dia, aku akan tinggal selamanya dalam akuarium yang cantik itu", ujar teman-teman mendiang Nino yang turut sedih sekaligus terheran-heran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Roh-Roh Jahat di Udara

"Tut tuuuuutttt..." "Allen, bagaimana? Kau sudah siap?" "Aku masih mandi.." "Kau harap menungg...