Jumat, 27 Desember 2019
Roh-Roh Jahat di Udara
"Tut tuuuuutttt..."
"Allen, bagaimana? Kau sudah siap?"
"Aku masih mandi.."
"Kau harap menunggu ya! :")
"Apa! Ini sudah menjelang tengah hari dan kau belum mempersiapkan dirimu! -_-"
"harap cepat, sebelum kita kehilangan waktu liburan kita!"
"hehe, maaf :3"
Segera percakapan online itu kuhentikan dan aku langsung menanggalkan pakaian, memakai gaun mandi, lalu segera ke kamar mandi. Sejenak kurasakan kesegaran air yang begitu menyegarkan, hehe..
Aku dan Valvia sudah berteman dekat sejak masih kanak-kanak. Sejak kecil kami bersekolah di sekolah yang sama, bahkan kami telah lama tinggal bersebelahan. Boleh dibilang kami adalah betul-betul friends goals. Aku beruntung punya sahabat sebaik dia.
"Bagaimana penampilanku?"
"Kamu benar-benar mengagumkan! Hei, darimana kamu dapat sweater itu?"
"Hmm, promosi di toko online membuatku benar-benar gila! Jadi kupikir aku harus membelinya."
"Hahahahaha....." kami pun tertawa bersama.
Liburan adalah hal yang kami telah tunggu dan sepakati. Urusan pekerjaan yang begitu padat membuat kami sangat jenuh. Aku dan Via pun memutuskan untuk memanfaatkan hari libur ini untuk pergi liburan. Kami akan pergi ke London!!!
Taksi yang kami pesan pun sudah tiba. Lekas saja kami naik dan memasukkan barang bawaan kami. Di setiap kesempatan, aku tidak akan lupa membawa kosmetik. Penampilan adalah hal yang sangat menunjang kehidupan sosial, bagiku.. Hehe...
30 menit berlalu, taksi kami pun telah berhenti di depan sebuah bandara. Aku dan Via pun segera turun dan berjalan masuk. Tampak 2 orang berkostum maskot menghadap kami dengan melakukan gerak salam. Kami pun menunggu antrian dan barang-barang kami pun diperiksa oleh petugas bandara. Setelahnya, kamipun bersantai sambil menunggu jadwal keberangkatan kami. Sambil menunggu, sebungkus doritos nampaknya bakal jadi opsi yang bagus untuk menemani waktu tunggu, hehe, jadi aku hendak membelinya di minimarket.
"aku tidak mau membeli apa-apa", sahut Via.
"halah, kau selalu begitu!", tegasku.
"terserah...", katanya.
Via memang anak yang plinplan, dia selalu menolak sesuatu yang mau dia terima, terkadang sikapnya membuatku kesal.
Lekas kemudian aku pun pergi sendiri membeli beberapa camilan sambil menunggu keberangkatan.
Ditengah perjalanan, mendadak aku ingin buang air kecil. Akupun segera mencari toilet untuk melampiaskan panggilan alam ini :3. Cukup sulit rasanya mencari toilet di bandara ini. Setelah agak lama, akhirnya aku menemukan tempat tersebut.
Toilet ini agak terpencil dari bandara (karena letaknya agak jauh dari kerumunan), mungkin saja agar orang-orang tidak merasa terganggu dengan kebisingan ketika sedang buang air. Namun, toilet ini terkesan agak seram, tampak warna dindingnya yang sudah buram, selain itu ulah para vandalis menyebabkan dinding toilet terkesan kotor. Tulisan-tulisan aneh yang mereka buat membuat bulu kudukku kian merinding.
"Perhatian: Jangan melihat ke atas!"
"Tolong akuuu!! Kepalaku terkubur di bawah sini!!"
"Ding dong! Selamat datang di dunia orang mati!"
Tulisan-tulisan dengan pilox merah tersebut seakan menambah rasa ketakutanku. "sialll!! Kenapa aku harus terjebak disini!!", sesalku dalam hati.
Tiba-tiba lampu toilet mendadak mati. Spontanku teriak. Dengan cepat aku membereskan semuanya lalu pergi ke terminal bandara. Namun sebelumnya, aku ingin menyampaikan keluhanku kepada petugas mengenai toilet tersebut.
Tak berselang lama, suara dari speaker mengatakan bahwa pesawat dengan nomor penerbanganku akan segera berangkat. Aku pun lantas menuju terminal bandara dan membereskan barang-barangku. Namun disana aku tidak mendapati adanya Via. "Mungkin dia sudah jalan terlebih dahulu", pikirku.
Aku seperti merasakan kejanggalan kembali. Bandara itu mendadak sunyi, hanya ada 1 pesawat yang akan kunaiki yang ada. "mungkin saja ini jadwal penerbangan terakhir untuk hari ini", pikirku lagi.
Hari sudah mulai malam ketika pesawat akan mengudara. Segera aku naik dan mencari nomor bangku yang akan kutempati. Setelah ketemu, akupun segera duduk. Namun aku tidak mendapati adanya Via di sebelahku. "kemana dia? apa mungkin ke toilet?" tanyaku.
Tak berselang lama, ada seorang pria paruh baya yang datang dan duduk di sebelahku. Aku yang merasa terkejut lantas segera menyapa "pak, maaf, ini kursi untuk temanku, dia sedang ada di toilet sekarang", sahutku. Namun, pria tersebut lantas menatapku dengan tajam, lantas memalingkan wajahnya kembali. Wajahnya yang pucat lantas membuatku bergidik ngeri. Namun tetap saja hal itu membuatku kesal. Aku berpikir untuk menunggu kedatangan Via agar pria itu bisa pergi dari kursinya sekarang. Namun sudah berselang lama, Via juga belum datang. Akupun lantas meneleponnya.
"Halo"
"Halo"
"Kau dimana?"
"Justru kau yang dimana? Aku menunggumu disini!"
"Apa maksudmu? Apa kau salah mengambil kursi?"
"Hah? Kursi apa maksudmu? Bukankah kita sebelahan?"
"Benar, tapi kenapa kau tidak duduk di sebelahku?
"Hah? Apa maksudmu? Apa kau terlalu banyak makan camilan, kau lama sekali tidak berada di terminal, aku menunggu disini."
"A apa maksudmu?"
"Jadwal penerbangan kita ditunda 2 jam lagi, segera belikan camilanku, aku sudah merasa lapar sekarang!"
"Apa?! Kau jangan bercanda! A aku sudah di pesawat sekarang!"
"Hah? Apa? Aku tidak mengerti maksudmu! Ada penjadwalan ulang penerbangan kita. Segera kembali sebelum aku mati kelaparan disini!"
Tampak pesawat telah mulai mengudara. Dari jendela pesawat, bandara terlihat sangat sunyi, tidak seorangpun terlihat di bandara.
"Tuuut tuuut tuuut..." pembicaraan kami seketika terputus. Aku mematung, sekujur tubuhku merinding. Mendadak nafasku terhenti, ketika seluruh penumpang di pesawat tersebut menatap tajam sambil menyeringai ke arahku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Roh-Roh Jahat di Udara
"Tut tuuuuutttt..." "Allen, bagaimana? Kau sudah siap?" "Aku masih mandi.." "Kau harap menungg...
-
"HAH! AKU DIMANA?!", teriakku spontan. Akupun tidak mengetahui mengapa aku bisa-bisanya tertidur di tempat ini. ...
-
"Sekarang kau tidak punya segala sesuatu untuk kau jelaskan lagi. Terimalah hukumanmu!", Jendral Garbus cekikik...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar